Bukan Manusia Jika Ia Tidak Diuji



Hati mana yang tidak bersedih,
Ketika sesuatu yang ia cintai telah pergi,
Maka ia pun bersedih, lalu menangis..
Hati mana yang tidak bersedih,
Ketika musibah datang silih berganti,
Maka ia pun bersedih, lalu menangis..


Setiap manusia pasti akan diuji dengan apa yang dimilikinya. Entah itu rasa sedih, senang, kehilangan, kekayaan, kemiskinan dan lainnya. Karena setiap ujian yang diberikan oleh Allah SWT pasti ada hikmah tersendiri dan untuk menguji seberapa kuat sih iman kita, seberapa takwa kita pada-Nya. Jangan sampai dengan banyaknya cobaan yang mendera, kita malah terlarut dalam kesedihan ya, jangan!!

Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah mengujimu karena Ia masih peduli denganmu, Ia mih menyayangimu. Begitulah bentuk rasa sayangnya Allah kepada mu. Allah ingin kamu bertumbuh, bukan stuck di tempat. Allah ingin menaikkan kualitas dirimu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

Hidup kita semuanya adalah ujian dan cobaan dari Allah, tapi ingatlah bahwa Allah akan menguji hambanya sesuai dengan kemampuan hambanya.


Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya… (Terjemahan QS. Al-Baqarah: 286).

Jadi, Allah tidak akan mungkin membebani kita dengan ujian yang kita tidak sanggup melaksanakannya. Karena itu sudah janji Allah. 

Jika kita sedang diuji, yang harusnya kita lakukan adalah sabar, ridha atas ketetapan-Nya dan mencari jalan keluar dengan cara yang tentunya Allah ridhai. Karena dengan begitu Allah akan memberikan pahala kebaikan kepada kita. Sebaliknya, jika ia tidak bersabar menghadapi cobaan, menyalah-nyalahkan keadaan dan mencari jalan keluar yang tidak diridhai Allah, maka Allah akan memberinya dosa. Misalnya orang yang diuji, namun ia mencari jalan keluar dengan bermaksiat seperti mabuk-mabukan, foya-foya, melampiaskan kepada suatu hal yang tidak berfaedah itu semua adalah hal yang tidak disukai Allah.

Dan ingatlah, pesan Allah dalam QS. Al-Insyiroh: 5-6,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Jadi, kita harus yakin bahwa kita mampu melewati ujian yang Allah berikan. Karena dengan begitu kualitas diri dan ketakwaan kita akan meningkat.


Dibalik sakitnya sebuah kehilangan,
Allah punya sesuatu yang lebih baik.
Dibalik sakitnya sebuah perpisahan,
Allah punya rencana yang lebih indah.

Hadaanallah waiyyakum :)

0 Komentar